Senin, 26 November 2012


A.Pengertian

Pra-aksara berasal dari gabungan kata, yaitu pra
dan aksara. Pra artinya sebelum dan aksara berarti
tulisan. Dengan demikian, yang dimaksud masa
pra-aksara adalah masa sebelum manusia mengenal
bentuk tulisan. Masa pra-aksara disebut juga dengan
masa nirleka (nir artinya tidak ada, dan leka artinya
tulisan), yaitu masa tidak ada tulisan. Masa praaksara
disebut juga dengan masa pra-sejarah, yaitu
suatu masa dimana manusia belum mengenal tulisan.
Adapun masa sesudah manusia mengenal tulisan
disebut juga dengan masa aksara atau masa sejarah.
Kehidupan manusia pada masa pra-aksara
dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan yang
ditinggalkan oleh manusia yang hidup pada waktu
itu. Peninggalan itu dapat berupa artefak dan fosil.
Artefak wujudnya berupa benda-benda purbakala.
Benda-benda tersebut dapat membantu kita untuk
memperkirakan bagaimana perkembangan kehidupan
manusia. Sementara itu, fosil yang berupa sisa-sisa
tulang belulang manusia, hewan, dan tumbuhan yang
sudah membatu, dapat membantu pada kita mengenai
pertumbuhan fisik manusia pada masa pra-aksara.
Bekas-bekas atau sisa-sisa manusia, tumbuhan, dan
binatang yang telah membatu itu terdapat dalam
lapisan-lapisan bumi
Setelah kalian mempelajari proses pembentukan
bumi dan dampaknya terhadap lingkungan,
bagaimanakah sampai ada kehidupan manusia di
muka bumi? Menurut ilmu falaq, yaitu ilmu yang
mempelajari bintang-bintang, bumi yang kita tempati
ini terjadi kira-kira 250 ribu juta tahun yang lalu.
Awalnya berupa bola gas yang sangat panas dan
berputar pada porosnya. Karena berputar terusmenerus
maka gas tadi menjadi semakin padat,
terjadilah kulit bumi. Kulit ini makin lama makin
tebal tetapi turun derajat suhunya. Sementara itu, bagian
dalam dari bumi yang kita tempati ini sampai sekarang
masih belum padat. Kita dapat lihat bagaimana sewaktu

meluapnya lumpur panas Lapindo di Porong Sidoarjo
dari dalam perut bumi. Contoh tersebut membuktikan
bahwa bagian dalam perut bumi masih berupa zat cair
yang sangat panas.
Sebelum adanya kehidupan manusia, bumi ini
mengalami perubahan-perubahan. Proses perubahan
itu terbagi atas beberapa fase-fase atau zaman.
Perubahan dari satu zaman ke zaman berikutnya
memakan waktu yang cukup lama, sampai jutaan
tahun. Pembagian zaman perubahan-perubahan bumi
menurut geologi meliputi arkaikum, palaeozoikum,
mesozoikum, dan neozoikum atau kenozoikum.
Zaman kenozoikum ini terbagi dalam dua bagian,
yaitu zaman tersier dan kwarter. Pada zaman kwarter
inilah mulai ada tanda-tanda kehidupan manusia.

Menurut Ilmu Geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi), perkembangan
bumi terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut.
1. Arkaikum
Zaman ini berumur kira-kira 2500 juta tahun. Pada saat itu bumi masih
belum dingin. Udara masih panas sekali. Kulit bumi masih dalam proses
pembentukan. Belum ada tanda-tanda kehidupan.
2. Palaeozoikum
Zaman ini diperkirakan berumur 340 juta tahun. Pada zaman ini sudah
mulai ada tanda-tanda kehidupan. Binatang-binatang yang kecil (mikro
arganisme) sudah ada. Juga binatang yang tidak bertulang punggung,
bahkan beberapa jenis ikan, amfibi dan reptil sudah mulai ada. Karena
keadaan bumi masih berubah-ubah maka keadaan kehidupan masih sulit
untuk meningkat.
3. Mesozoikum
Zaman ini berumur kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman ini kehidupan di
bumi semakin berkembang. Binatang-binatang pada masa itu mencapai
bentuk yang besar sekali. Antara lain Dinosaurus panjangnya 12 meter,
Atlantosaurus panjangnya 30 meter. Jenis burung sudah mulai ada. Zaman
ini disebut pula dengan zaman reptil, karena pada zaman jenis binatang
reptil yang paling banyak sekali.
4. Neozoikum atau Kenozoikum
Zaman ini berlangsung kira-kira 60 juta tahun. Keadaan bumi pada zaman
ini menjadi baik. Perubahan cuaca tidak begitu besar walaupun zaman
es masih ada. Kehidupan berkembang dengan pesat sekali. Zaman ini
dibagi menjadi beberapa zaman, antara lain:
Kehidupan Manusia Pada Masa Pra-Aksara di Indonesia 33
Kala plestosin merupakan zaman yang sangat
penting, sebab pada zaman itulah manusia mulai
muncul di muka bumi. Kala plestosin berlangsung
kira-kira dari 3 juta sampai 10.000 tahun sebelum
masehi. Pada masa ini terjadilah masa perluasan
lapisan es di kutub. Beberapa daratan yang berdekatan
dengan kutub Utara tertutup es. Terjadilah suatu
perubahan suhu yang memengaruhi keadaan
kehidupan. Di daerah-daerah yang jauh dari kutub
tidak terjadi pembekuan, tetapi terjadi musim
penghujan yang hebat.
Keadaan bumi belum stabil benar. Terjadi
letusan-letusan gunungapi, erosi, pengendapan, dan
pengangkatan pegunungan-pegunungan. Letusan
gunung berapi mengakibatkan terjadinya timbunan
batuan, kerikil, lahar, lava maupun abu, baik di
daratan maupun di laut. Ada gerakan di dalam bumi
(gerakan endogen) dan dari luar bumi (gerakan
eksogen). Pegunungan atau daratan yang mula-mula
di bawah laut merupakan dasar laut dangkal semakin
terangkat ke atas. Hal ini mengakibatkan daratan
semakin luas sebagai tempat hidup.
Bagaimanakah yang terjadi pada kepulauan
di Indonesia pada saat itu? Kepulauan Indonesia
bagian barat mula-mula bersatu dengan Benua Asia,
sedangkan kepulauan bagian timur bersatu dengan
Benua Australia. Kemudian bagian-bagian tersebut
terpisah karena naiknya permukaan laut.
Daratan yang menghubungkan Indonesia
dengan Australia terputus dan menjadi laut kembali
dikarenakan naiknya permukaan air laut yang
disebabkan es di kutub mencair. Bekas daratan yang
menghubungkan Indonesia bagian barat dengan
benua Asia sekarang menjadi lautan paparan Sunda.
a. Tertier
Pada zaman ini ditandai dengan semakin berkurangnya binatang
raksasa. Famili binatang menyusui sudah mulai ada. Beberapa jenis
monyet dan kera telah mulai hidup.
b. Kwarter
Zaman kwarter berlangsung kurang lebih 600.000 tahun yang lalu.
Pada zaman ini telah ada tanda-tanda kehidupan manusia. Bagianbagian
zaman ini disebut dengan istilah kala. Zaman ini dibagi
dalam dua bagian yaitu kala plestosin dan kala holosin.

Adapun bekas daratan yang menghubungkan
Indonesia bagian timur dengan Benua Australia
disebut paparan sahul.
Antara Asia dan Australia memiliki iklim
yang berbeda. Benua Asia memiliki iklim yang
mengandung curah hujan yang tinggi, sedangkan di
Benua Australia memiliki iklim yang kering. Tidak
mengherankan apabila letak geografis tersebut
memengaruhi iklim di Indonesia. Bagian barat
kepulauan Indonesia mendapat pengaruh angin dari
Asia yang membawa curah hujan sehingga curah
hujan tinggi. Sedangkan Indonesia Timur mendapat
pengaruh angin dari Australia yang kering sehingga
curah hujan sedikit. Karena kurangnya hujan maka
daerah Indonesia Timur menjadi kering.
Alam merupakan tempat kehidupan mahluk dan
tumbuhan termasuk manusia. Perubahan yang terjadi
pada alam berpengaruh terhadap kehidupan mahluk dan
tumbuhan. Mahluk hidup akan senantiasa beradaptasi
terhadap perubahan iklim. Binatang-binatang yang
hidup di daerah yang dingin mengembangkan bulubulunya
untuk menahan dingin. Adapun di daerah
yang panas, binatang-binatang memiliki bulu yang
jarang dan sedikit.
Bagaimanakah dengan perkembangan awal
manusia di Indonesia? Asal usul nenek moyang
bangsa Indonesia berlatar belakang juga pada
perubahan alam.Menurut para ahli, manusia pertama
di Indonesia berasal dari Asia. Perubahan-perubahan
alam tersebut berakibat pada terjadinya migrasi
manusia.

Pengaruh musim dari kedua benua (Asia dan
Australia) memengaruhi migrasi melalui pelayaran.
Dengan menggunakan perahu yang sangat sederhana
kelompok-kelompok manusia melakukan perjalanan
mengikuti arah musim. Orang Indonesia zaman praaksara
dengan perahu-perahunya yang sederhana
telah mengarungi samudera yang luas dalam mencari
tempat-tempat pemukiman baru. Pada sekitar tahun
2000 sebelum masehi terjadi gelombang perpindahan
rumpun bangsa yang berbahasa Melayu-Austronesia
(Melayu Kepulauan Selatan). Melayu-Austrononesia
ialah suatu ras Mongoloid yang berasal dari daerah
Yunan di Cina Selatan. Dari tempat itu mereka
menyebar ke daerah-daerah hilir sungai besar di
teluk Tonkin. Pada sekitar 200 SM, mereka pindah
menyebar ke daerah-daerah Semenanjung Malaya,
Indonesia, Filipina, Formosa, pulau-pulau Lautan
Teduh sampai ke Madagaskar. Kelompok migrasi dari
Yunan ke Indonesia inilah yang dianggap sebagai asal
mula nenek moyang bangsa Indonesia